Nasib Ribuan Guru Bantu DKI Tak Jelas

JAKARTA -Nasib 5.871 guru bantu yang mengajar di sekolah taman kanak-kanak (TK) sampai SMA di DKI masih belum jelas. Status pegawai negeri sipil (PNS) yang selama ini diidam-idamkan tak kunjung tiba. Belum ada kepastian untuk menyandang status tersebut.

Sekretaris Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Ujang Arifin mengatakan, dari 6.688 guru Bantu, hanya 707 guru sedang menjalani proses pengangkatan menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS). Sisanya, sebanyak 5.871 guru belum ada kepastian.

“Pengangkatan 707 guru bantu itu sesuai bidang study yang dibutuhkan di sekolah negeri. Sekarang sedang diproses BKD (Badan Kepegawaian Daerah),” ujar dia dalam rapat kerja dengan Komisi E (bidang pendidikan) DPRD DKI Jakarta, bersama PGRI (Persatian Guru Republik Indonesia) DKI, kemarin.
Ia mengungkapkan, semua guru bantu yang ada di DKI mengajar di sekolah swasta. Jumlah paling banyak berada di tingkat TK. Jumlah TK negeri di DKI sebanyak sembilan sekolah. Sedangkan TK swasta hamper mencapai seribu sekolah.

Pengangkatan guru Bantu diyakini bisa menghilangkan beban Pemprov DKI. Selama ini gaji guru bantu dibiayai dari APBN. Bila digaji dari APBD, maka akan membebani. Terlebih DKI selama dua tahun belakangan ini tidak mendapat dana alokasi umum (DAU) dari APBN.

Bila gaji setiap guru bantu rata-rata Rp 2 juta per bulan, maka APBD harus mengalokasikan sebesar Rp 4 triliun untuk setahun. “Itu untuk gaji guru bantu jika semuanya diangkat menjadi PNS,” kata Ujang.
Sementara Wakil Ketua Komisi E Igo Ilham mengatakan, persoalan guru bantu akan dibahas secara tersendiri. Yakni dalam pertemuan lain kali. “Jadi ada pembahasan khusus tidak hanya guru bantu tapi termasuk guru PTT (pegawai tidak tetap) dan guru honorer,” tuturnya.

Pembahasan dalam rapat kerja lainnya dimaksudkan agar bisa menuai solusi bagi para guru bantu dan guru honorer. Sehingga dapat diketahui secara pasti jumlah guru bantu yang harus segera diangkat menjadi PNS. Sementara Ketua PGRI DKI, M Arif mengatakan, persoalan guru bantu akan segera ditangani dinas pendidikan. Begitu pula para guru honorer yang jumlah kini mencapai 6.636 orang dan mengajar di lingkungan sekolah swasta. (zun)

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar